Tampilkan postingan dengan label mencari tenaga dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mencari tenaga dokter. Tampilkan semua postingan

10.19.2011

Indonesia Cuma Punya 30 Dokter Ahli Radiologi


Jakarta, Perkembangan teknologi di bidang radiologi sangat pesat, sehingga keberadaan dokter-dokter spesialis radiologi makin dibutuhkan. Sayangnya di seluruh Indonesia saat ini baru sekitar 30-an dokter yang sudah menjadi spesialis radiologi.

"Spesialis radiologi di Indonesia belum terlalu banyak, mungkin baru sekitar 30 orang. Dengan perkembangan teknologi yang ada, kita masih butuh lebih banyak lagi," ungkap Dr Kardinah, SpRad dalam jumpa pers di RS Dharmais, Rabu (19/10/2011).

Menurut Dr Kardinah, jumlah dokter spesialis radiologi yang dibutuhkan tergantung pada jumlah rumah sakit yang memiliki instalasi radiologi. Menurut peraturan yang berlaku, tiap rumah sakit yang memiliki alat-alat kedokteran nuklir harus punya 1 dokter spesialis radiologi.

Untuk wilayah Indonesia yang begitu besar, Dr Kardinah menilai 30 orang dokter spesialis radiologi masih kurang. Itu berarti belum semua provinsi memilikinya, padahal idealnya tiap provinsi harus punya minimal 1 dokter yang kompeten mengurusi radiologi.

Di RS Dharmais sendiri, Dr Kardinah masih menjadi satu-satunya dokter spesialis radiologi. Meski begitu, beberapa dokter saat ini tengah disekolahkan dan untuk mengoperasikan alat-alat nuklir RS Dharmais juga bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Kedokteran Nuklir.

Di bidang kedokteran, teknologi nuklir dan radiologi secara umum digunakan dalam proses diagnosis penyakit misalnya untuk mendeteksi kelainan-kelainan dalam di dalam tubuh tanpa harus mengoperasi. Sedangkan untuk pengobatan, radioterapi juga sering dipakai untuk menyembuhkan kanker.

Karena pada dasarnya efek radiasi bisa berbahaya, maka radiologi tidak boleh diberikan pada kondisi tertentu misalnya saat hamil. Sebelum menjalani prosedur radiologi, pasien perempuan pasti ditanyai kapan terakhir kali menstruasi sebab kalau ternyata hamil maka perkembangan janin bisa terganggu.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

9.24.2011

Belitung Butuh Banyak Dokter Spesialis


Jakarta, Kabupaten Belitung mengalami kemajuan yang pesat terutama sektor pariwisatanya. Tapi sayangnya masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan terutama untuk dokter-dokter spesialis.

"Tenaga medis yang tersedia saat ini untuk dokter spesialis baru 3 yaitu kandungan, anak dan bedah, yang lainnya belum ada," ujar wakil bupati Belitung, Sahani Saleh di kantor bupati Belitung, Selasa (20/9/2011).

Sahani menuturkan meski begitu saat ini ada kemitraan dengan rumah sakit swasta yang mana didalamnya terdapat dokter spesialis, sedangkan untuk perawat disini sudah ada akademi keperawatan.

"Kalau bidan kita bisa tutupi dengan PTT daerah, sedangkan untuk sanitarian masih sangat kurang," ujar dr wiryati husin Kadinkes Belitung.

dr Wiryati menuturkan seharusnya setiap Puskesmas memiliki 2 sanitarian, tapi dari 9 Puskesmas di 5 kecamatan yang ada belum setengahnya yang memiliki sanitarian.

"Selain itu cakupan jamban juga masih rendah, karenanya kami memicu masyarakat untuk membuat jamban sendiri dan bukan disubsidi oleh pemerintah, serta memicu masyrakat untuk malu buang air besar secara sembarangan," ungkapnya.

Sementara itu dr Wiryati menuturkan untuk dokter saat ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad untuk dokter spesialis bedah, tapi diharapkan bisa memiliki dokter spesialis yang tetap.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...