Tampilkan postingan dengan label transplantasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transplantasi. Tampilkan semua postingan

9.27.2011

Game Online Bantu Temukan Obat Anti AIDS


Washington, Bertahun-tahun sejak HIV/AIDS menjadi pandemi global, belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkannya. Namun sebuah game online diklaim telah membantu ilmuwan menentukan struktur enzim yang bisa membuka jalan bagi pengobatan AIDS.

Permainan yang disebut Foldit ini memungkinkan pemain untuk menciptakan bentuk baru sebuah protein dengan cara melipat molekul digital di layar komputer mereka secara acak.

Dalam jurnal Nature Structural and Molecular Biology, para ilmuwan menulis bahwa mereka telah dibingungkan oleh struktur protein selama lebih dari sepuluh tahun. Tapi komunitas online hanya butuh waktu beberapa hari saja untuk menghasilkan sebuah model enzim yang rumit itu.

Model enzim yang dibuat oleh gamer ini disebut M-PMV protease retroviral, yakni sebuah enzim yang menjadi kunci penting dalam perkembangan virus mematikan seperti HIV. Para ilmuwan telah mencoba untuk menentukan strukturnya dengan tepat selama bertahun-tahun. Hasil penemuan struktur ini bisa menjadi langkah penting dalam pengembangan obat anti-AIDS.

Dengan aturan sederhana, para gamer yang bermain Foldit harus membolak-balik model 3D enzim digital di layar komputer untuk mencoba semua kombinasi yang mungkin. Mereka akhirnya memperoleh satu keadaan optimal di mana struktur hanya membutuhkan energi paling sedikit untuk tetap bertahan.

Firas Khati, ahli biokimia dari University of Washington mengatakan bahwa tujuan game ini adalah untuk melihat apakah intuisi manusia bisa berhasil di mana metode otomatis telah gagal.

Foldit mencoba untuk memprediksi struktur protein dengan memanfaatkan intuisi manusia dalam memecahkan teka-teki dan membuat orang-orang berkompetisi untuk menghasilkan protein terbaik. Karena protein merupakan penyebab dari begitu banyak penyakit, maka protein juga dapat menjadi bagian dari penyembuhan. Pemain dapat merancang protein baru yang dapat membantu mencegah atau mengobati penyakit.

Untuk ikut bermain Foldit, tidak diharuskan mengetahui berbagai hal mengenai protein, biokimia atau biologi. Yang penting, semua pemain harus memiliki komputer dan koneksi internet. Setelah gamer mengunduh dan menginstal programnya, ia dapat mulai berkompetisi dengan pemain lain, memutar struktur molekul kompleks tiga dimensi dengan cara mengklik mouse.

Tujuannya adalah untuk merancang protein yang sama sekali baru atau untuk memprediksi struktur tertentu. Setelah suatu model online dihasilkan, ilmuwan dan perusahaan biotek akan mengambil alih. Hasil permainan Foldit juga telah membantu para ilmuwan dalam penelitian Alzheimer dan kanker.

"Game ini menyediakan kerangka kerja untuk menyatukan kekuatan komputer dan manusia. Manusia memiliki penalaran spasial, sesuatu yang belum dimiliki komputer dengan baik," kata Seth Cooper, pencipta dan perancang utama Foldit, seperti dikutip dari BBC, Senin (26/9/2011).

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

4.11.2011

Jika Ingin Donor Darah, Gay Harus Puasa Seks 10 Tahun


London, Karena dinilai diskriminatif, larangan bagi gay untuk menjadi donor darah di Inggris akhirnya dicabut. Namun masih ada syarat yang harus dipenuhi, yakni gay yang akan menjadi donor harus tidak berhubungan seks dalam 10 tahun terakhir.

Ketentuan itu diterapkan untuk memastikan calon donor benar-benar bebas dari infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dengan tidak berhubungan seks selama 10 tahun, diharapkan jika memang positif HIV maka akan virus tersebut akan terdeteksi saat pemeriksaan.

HIV bisa lolos dari pemeriksaan jika masih berada dalam masa jendela, yakni ketika virus tersebut masih belum aktif. Ketika seorang gay tertular HIV, maka beberapa bulan berikutnya adalah masa jendela dan virus tersebut belum tentu terdeteksi dalam darahnya.

Waktu 10 tahun dinilai cukup untuk memastikan apakah seorang gay bebas HIV melalui pemeriksaan darah. Masa jendela untuk HIV umumnya hanya beberapa bulan, sehingga jika dalam 10 tahun tidak melakukan aktivitas seksual yang berisiko maka hasil tes darah akan lebih akurat.

Kebijakan baru ini akan diumumkan sendiri oleh Menteri Kesehatan Masyarakat Inggris, Anne Milton dalam beberapa pekan mendatang. Dikutip dari Telegraph, Senin (11/4/2011), kebijakan ini juga telah mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Kementerian Kesetaraan Inggris.

Kaum homoseksual khususnya gay di Inggris selama ini dilarang menjadi donor darah karena dinilai berisiko tinggi menularkan HIV. Menurut data Terrence Higgins Trust tahun 2009, infeksi HIV di Inggris paling banyak terjadi pada kaum gay yakni 42 persen.

Meski demikian, larangan untuk mendonorkan darah dinilai diskriminatif oleh kelompok peduli hak asasi manusia karena tidak semua gay berperilaku tidak aman. Tak sedikit gay yang setia dengan pasangan tetapnya atau bahkan hidup selibat alias tidak berhubungan seks sama sekali
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

3.11.2011

Kisah Sukses Cangkok Hati Abdul Mukri dari Donor Hati Anaknya


Jakarta, Terinspirasi dari kisah sukses transplantasi (cangkok) hati Dahlan Iskan,-- yang kini menjabat Dirut PLN, seorang bapak bernama Abdul Mukri selalu berharap bisa melakukannya di Indonesia. Harapannya terkabul dan yang membuatnya makin semangat karena donor hati itu berasal dari anaknya.

Abdul Mukri tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjadi pasien transplantasi hati dewasa pertama yang operasinya dilakukan Indonesia. Kini setelah lebih dari dua bulan ia merasa tubuhnya jauh lebih sehat.

"Saya pernah membaca buku Dahlan Iskan dan berpikir kapan ya saya bisa ditransplantasi hati, tapi sekarang saya sudah melakukannya dan merasa jauh lebih sehat," ujar Abdul Mukri saat ditemui disela-sela acara RSCM Serahkan Pasien Transplantasi Hati Berhasil Pertama di Indonesia Kepada PT Telkom dan DISKES TNI AL di gedung A RSCM, Kamis (10/3/2011).

Pada September 2005 ia didiagnosis menderita hepatitis B akut setelah muncul gejala perut kembung, badan lemas, mata kuning dan muntah-muntah. Saat itu ia dirawat di rumah sakit selama 2 minggu, baru 3 hari berada dirumah ia sudah harus dirawat kembali di rumah sakit karena penyakitnya kambuh dan disertai dengan perut yang membesar.

Di tahun yang sama ia juga dirawat di RS Islam Cempaka Putih dan dokter yang merawatnya menuturkan bahwa ia mengalami sirosis tahap akhir dan satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah melakukan transplantasi hati. Setelah itu ia sempat beberapa kali keluar masuk rumah sakit.

"Saya pernah mencoba pengobatan alternatif dan ramuan herbal seperti ramuan temulawak, lalu saya juga pantang makanan minyak seperti gorengan dan hanya mengonsumsi makanan rebus yang dibuat sendiri oleh istri saya," ujar laki-laki kelahiran 5 Oktober 1966.

Sampai akhirnya tahun 2010 ia mengetahui ada program untuk transplantasi hati di RSCM dan ia pun mengikutinya. Pada awalnya ia mengalami kesulitan mendapatkan donor karena sampel dari adik, adik ipar dan keponakan semuanya tidak cocok dengan dirinya.

"Ternyata anak pertama saya mengajukan diri untuk menjadi donor, tapi saya menolak karena merasa tidak tega. Saat itu ia baru lulus SMA dan baru beberapa bulan kuliah," ungkapnya.

Namun sang anak berusaha terus menerus dan merengek-rengek setiap hari sampai akhirnya sang ayah menyetujuinya. Anak perempuannya pula yang membantu menguatkan Abdul Mukri dalam menjalani operasi transplantasi hati.

"Saya sedih lihat ayah keluar masuk rumah sakit, jarang ada di rumah dan bahkan pernah lebaran di rumah sakit. Saya cari tahu gimana caranya agar ayah sehat dan ternyata ini jalan yang harus saya tempuh, jadi saya pasrah saja," ujar Nisa (18 tahun) anak pertama dari Abdul Mukri.

Abdul Mukri menuturkan dari sekian banyak orang yang mendaftar ternyata ia yang terpilih dan bersama dengan anaknya ia bertekad dan pasrah dengan segala hal yang akan terjadi.

Untuk periode pertama ia harus dikarantina di rumah sakit selama seminggu lalu pada tanggal 13 Desember 2010 ia menjalani operasi transplantasi hati. Setelah operasi ia harus berada di ruang ICU selama 21 hari lalu dipindahkan ke ruang isolasi selama 3 minggu. Operasinya sendiri berlangsung kira-kira 12 jam dan setelah operasi ada perawatan lanjutan.

"Tim dokter mengungapkan bahwa peluang keberhasilannya sebesar 90 persen, keyakinan itulah yang saya pegang kuat. Sekarang saya merasa hidup kembali," ungkap ayah dari 5 orang anak ini.

Setelah berada di rumah sakit hampir 2,5 bulan, ia merasa jauh lebih sehat, lebih segar serta merasa seperti anak muda dan sambil tertawa Mukri menuturkan hal ini karena ia mendapatkan hati dari anaknya yang masih berusia 18 tahun.

"Operasi transplantasi hati yang dilakukan pada Abdul Mukri merupakan transplatasi hati dewasa pertama di Indonesia yang berhasil," ujar dr Irsan Hasan, SpPD selaku ahli liver dan tergabung dalam tim dokter RSCM.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

RSCM Berhasil Lakukan Transplantasi Hati dengan Sempurna


Jakarta, RSCM telah berhasil melakukan operasi transplantasi hati untuk pertama kalinya. Kini setelah dua bulan pasien melakukan transplantasi hati dapat dinyatakan bahwa proses tersebut berhasil dengan sempurna.

"Setelah 2 bulan dari operasi transplantasi hati yang dilakukan di RSCM kami bisa katakan bahwa operasi ini cukup berhasil," ujar Prof Dr dr Akmal Taher, SpU(K)
selaku dirut RSCM dalam acara RSCM Serahkan Pasien Transplantasi Hati Berhasil Pertama di Indonesia kepada PT Telkom dan DISKES TNI AL di gedung A
RSCM, Kamis (10/3/2011).

Keberhasilan ini sekaligus menjadi keberhasilan transplantasi hati pertama di Indonesia. Sukses ini diraih melalui kerjasama tim transplantasi RSUPN dr Cipto
Mangunkusumo dengan tim transplantasi hati Hepatobiliary and Pancreatic Disease, First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou, China yang dipimpin oleh Profesor Shu-Sen Zheng.

"Dua bulan setelah melakukan operasi yang sangat sulit ini kami menyerahkan pasien kembali pada keluarga atau instansi terkait," ungkap Prof Akmal.

RSCM telah berhasil melakukan 2 kali transplantasi hati, yang pertama tanggal 13 Desember 2011 dengan pasien Abdul Mukri (44 tahun) yang mendapatkan donor hati dari anaknya Nisa (18 tahun) sedangkan operasi kedua dilakukan tanggal 15 Desember 2011 dengan pasien Aulia (6 tahun) yang mendapatkan donor hati dari ayahnya Haryanto.

Tim dokter RSCM yang diketuai oleh Dr Sastiono, SpB, SpBA menjelaskan bahwa fasilitas dan peralatan pendukung bukan satu-satunya faktor penentu. Namun metode penanganan sebelum dan sesudah operasi, kemampuan dokter, komunikasi intensif dan kelengkapan tim yang menjadi kunci keberhasilan tim dokter RSCM.

Dalam proses transplantasi ini melibatkan 16 dokter spesialis dari RSUPN dr Cipto Mangunkusumo diantaranya dokter bedah, dokter liver untuk anak dan dewasa, dokter anestesi, radiologi, patologi, gizi klinik sampai perawat untuk transplantasi.

"Pada kasus Aulia disebabkan oleh penyakit autoimun yang telah menjadi sirosis, sedangkan pada kasus Abdul Mukri disebabkan oleh hepatitis B akut yang telah menjadi sirosis," ujar Dr Sastiono.

Sementara itu Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes Chairul Radjab Nasution menuturkan dalam peraturan pemerintah telah dinyatakan bahwa transplantasi hanya dilakukan oleh rumah sakit yang sudah dirujuk.

"Diharapkan keberhasilan ini bisa memacu transplantasi organ lainnya di Indonesia sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan transplantasi di luar negeri," ujar Chairul.

Tersedianya layanan transplantasi hati di RUPN dr Cipto Mangunkusumo ini diharapkan bisa menjanjikan kemudahan bagi penderita gagal hati akut di Indonesia yang berdasarkan data diperkirakan mencapai 20 juta penderita, serta dapat menekan biaya operasi dan perawatan yang lebih murah dibanding di luar negeri.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...