Tampilkan postingan dengan label kesehatan indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan indonesia. Tampilkan semua postingan

12.18.2011

ASKEP GASTRITIS



1. Diagnosa Medik:
   Gastritis  
2.  Definisi:
           
Suatu peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik difus atau lokal dengan karakteristik anoreksia, rasa penuh, tidak enak pada epigastrium, mual dan muntah. (Suratun SKM, 2010)
Gastritis adalah inflamasi mukosa lambung, sering akibat diet yang sembarangan. Biasanya individu ini makan terlalu banyak atau terlalu cepat atau makan-makanan yang terlalu berbumbu atau mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. ( Smelzer 2002)

3.. Klasifikasi Gastritis
a. Gastritis akut :

 Merupakan peradangan pada mukosa lambung yang menyebabkan erosif dan perdarahan mukosa lambung dan setelah terpapar pada zat iritan. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis. Erosi tidak mengenai lapisan otot lambung.



b. Gastritis kronis :

Suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun. Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri helicobacter pylori. Gastritis yang terkait dengan artropi mukosa gastrik sehingga produksi HCl menurun dan menimbulkan kondisi achlorhidria dan ulserasi peptic . Gastritis dapat diklasifikasikan pada tipe A dan tipe B :

Tipe A

Merupakan gastritis autoimun . Adanya antibodi terhadap sel parietal menimbulka reaksi peradangan yang pada akhirnya dapat menimbulkan atropi mukosa lambung . Pada 95 % pasien dengan anemia pernisiosa dan 60% pasiendengan gastritis atropi kronik memiliki antibodi terhadap sel parietal . Biasanya kondisi ini merupakan tendensi terjadinya Ca Lambung pada fundus atau korpus .

Tipe B

Merupaka gastritis yang terjafi akibat infeksi oleh helicobacter pylori . Terdapat inflamasi yang difuse pada lapisan mukosa sampai muskularis , sehingga sering menyebabkan perdarahan dan erosi . Sering mengenai antrum .

4. Etiologi
Konsumsi obat-obatan kimia (asetaminofen/aspirin, steroid kortikosteroid), digitalis. Aseteminofen dan kortikosteroid dapat mengakibatkan iritasi pada mukosa lambung, NSAIDS (non steroid anti inflamasi drugs) dan kortikosteroid menghambat sintesis prostaglandin sehingga sekresi HCL meningkat dan menyebabkan suasana lambung menjadi sangat asam sehingga menimbulkan iritasi mukosa lambung. Konsumsi  alkohol  Alkohol dapat menyebabkan kerusakan mukosa gaster.Terapi radiasi, refluk empedu, zat-zat korosif (cuka, lada) menyebabkan kerusakan mukosa gaster dan menimbulkan edema dan perdarahan.
Kondisi yang stressful (trauma, luka bakar, kemoterapi, dan kerusakan susunan saraf pusat) merangsang peningkatan produksi HCI lambung.
Infeksi oleh bakteri seperti helicobacter pilori, eschericia coli, salmonella dll Penggunaan antibiotika Terutama untuk infeksi paru dicurigai mempengaruhi penularan kuman di komunitas karena antibiotika tersebut mampu mengeradikasi infeksi Helicobacter pylori , walaupun presentase keberhasilanya sangat rendah .
Jamur Candida spesies , Histoplasma capsulaptum dan Mukonaceace dapat menginfeksi mukosa gaster hanya pada pasien immunocompromezed . Pada pasien yang sistem imunnya baik biasanya tidak dapat terinfeksi oleh jamur . Sama dengan jamur , mukosa lambung bukan tempat yang mudah terkena infeksi parasit .













           






6. Manifestasi klinis
Manifestasi klinik bervariasi mulai dari keluhan ringan hingga muncul perdarahan saluran cerna bagian atas bahkan pada beberapa pasien tidak menimbulkan gejala yang khas .
 Manifestasi gastritis akut dan kronis hampir sama , seperti di bawah ini :

Gastritis akut :
Anoreksia
Nyeri pada epigastrium
Mual dan muntah Perdarahan saluran cerna ( hematemesis melena )
Anemia ( tanda lebih lanjut )

Gastritis Kronik :
Mengeluh nyeri ulu hati
Anoreksia
Nausea


7. Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik/Penunjang
Darah lengkap bertujuan untuk mengetahui adanya anemia Pemeriksaan serum vitamin B12 bertujuan untuk mengetahui adanya defisiensi B12.
Analisa feses bertujuan untuk mengetahui adanya darah dalam feses.
Analisis gaster bertujuan untuk mengetahui kandungan HCI lambung Achlorhidria menunjukan adanya gastritis atropi
Test antibody serum bertujuan untuk mengetahui adanya antibody sel parietal dan faktor intrisik lambung
Endoscopy, biopsy dan pemeriksaan urin biasanya dilakukan bila ada kecurigaan berkembangnya ulkus peptikum Sitologi bertujuan untuk mengetahui adanya keganasan sel lambung.
           
8. Komplikasi
Gastritis Akut

Komplikasi yang timbul pada gastritis akut adalah perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis dan melena, berakhir dengansyock hemoragik , terjadi ulkus , kalau prosesnya hebat dan jarang terjadi perforasi .

Gastritis kronis
Komplikasi yang timbul gastritis kronik adalah gangguan penyerapan vitamin B12 , akibat kurang penyerapan , vitamin B12 menyebabkan anemia pernesiosa , penyerapan besi terganggu dan penyempitan daerah pylorus .

9.    Penatalaksaan medis
Farmakologi
Pemberian antiematik dan pasang infus untuk mempertahankan cairan tubuh
klien.
Antasida untuk mengatasi perasaan begah (penuh) dan tidak enak di abdomen dan menetralisir asam lambung.
Antagonis H2 (seperti rantin atau ranitidine, simetidin) mampu menurunkan sekresi asam lambung
Antibiotika diberikan bila dicurigai adanya infeksi oleh helicobacter pylori.



Non Farmakologi
Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien, diet makan lunak diberikan sedikit tapi lebih sering. Untuk menetralisir alkali gunakan jus lemon encer atau cuka encer. Instruksikan pasien untuk menghindari alkohol.

10. Pengkajian
Pengkajian
Anamnese

Biodata
Pada biodata diperoleh data tentang nama, umur, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan dan status perkawinan.

Keluhan utama
Selama mengumpulkan riwayat, perawat menanyakan tentang tanda dan gejala pada pasien.
Kaji apakah pasien mengalami nyeri ulu hati, tidak dapat makan, mual, muntah?

Riwayat penyakit sekarang
Kaji apakah gejala terjadi pada waktu kapan saja, sebelum atau sesudah makan, setelah mencerna makanan pedas atau pengiritasi, atau setelah mencerna obat tertentu atau alkohol?

Riwayat penyakit dahulu
Kaji apakah gejala berhubungan dengan ansietas, stress, alergi, makan atau minum terlalu banyak, atau makan terlalu cepat?
Kaji adakah riwayat penyakit lambung sebelumnya atau pembedahan lambung?


Riwayat kesehatan keluarga
Kaji riwayat keluarga yang mengkonsumsi alkohol, mengidap gastritis, kelebihan diet atau diet sembarang.

Riwayat diet ditambah jenis diet yang baru dimakan selama 72 jam, akan membantu

2. Pemeriksaan Fisik
a)      Kesadaran :    Pada awalnya CM (compos mentis),  perasaan tidak
berdaya.
   Respirasi :    Tidak mengalami gangguan

Kardiovaskuler:    Hypotensi, takikardia, disritmia, nadi perifer lemah, pengisian kapiler lambat (vasokontriksi),
warna kulit pucat, sianosis, kulit/membrane mukosa berkeringat (status syok, nyeri akut)
Persyarafan :     sakit kepala, kelemahan, tingkat kesadaran dapat terganggu, disorientasi/bingung, nyeri epigastrium.
Pencernaan :    anoreksia, mual, muntah oleh karena luka duodenal, Nyeri ulu hati, tidak  toleran terhadap makanan (coklat, pedas),membrane mukosa kering.
Factor pencetus:
makanan, rokok, alcohol,obat-obatan dan stressor psikologi.
Muskuloskletal :    kelemahan, kelelahan.
Intergritas ego :    factor stress akut, kronis, perasaan tidak berdaya

11. Diagnosa Keperawatan yang sering muncul:
a. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan output cairan yang berlebihan (muntah, perdarahan), intake cairan yang tidak adekuat.

b. Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa gaster
Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tindakan pembatasan intake nutrisi, puasa

c. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan perubahan status kesehatan, ancaman kematian, nyeri

12. Intervensi Keperawatan dan Rasional (Doenges, 2000).
a.  Kekurangan volume cairan berhubungan dengan output cairan yang berlebihan (muntah, perdarahan), intake cairan yang tidak adekuat.

Tujuan : Pemenuhan kebutuhan cairan adekuat

Kriteria hasil :

Pengeluaran urin adekuat
Tanda-tanda vital dalam batas normal
Membran mukosa lembab
Turgor kulit baik
Pengisian kapiler < 3 detik
   Intervensi :

 Catat karakteristik muntah dan drainase
                 Rasional : Untuk membedakan distres gaster
Observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam
            Rasional : Perubahan tekanan darah dan nadi indikator dehidrasi
Pertahankan tirah baring
Rasional : Untuk menurunkan kerja gaster sehingga mencegah terjadinya muntah
 Berikan cairan peroral 2 liter /hari
            Rasional : menetralisirkan asam lambung
 Jelaskan pada klien agar menghindari kafein
            Rasional : kafein merangsang produksi  asam lambung
Berikan terapi antibiotik, antasida, vitamin K sesuai program medik
           Rasional : untuk mengatasi masalah gastritis dan hematemesis




b. Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa gaster

Tujuan : Nyeri teratasi

Kriteria hasil :

Klien rileks
Klien dapat tidur
Skala nyeri 0-2
             Intervensi

 Kaji dan catat keluhan nyeri termasuk lokasi, lamanya, intensitasnya skala nyeri (0-10)
             Rasional : untuk menentukan intervensi dan mengetahui efek terapi
 Berikan makan sedikit tapi sering
            Rasional : makanan sebagai penetralisasi asam lambung
 Jelaskan agar klien menghindari makanan yang merangsang lambung,seperti makanan pedas, asam
Rasional : makanan yang merangsang dapat mengiritasi mukosa lambung
Atur posisi tidur yang nyaman bagi klien
            Rasional : posisi yang nyaman dapat menurunkan nyeri
 Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti nafas dalam, mendengarkan musik, menonton TV, membaca
Rasional : Teknik relaksasi dapat mengalihkan perhatian klien sehingga dapat menurunkan nyeri.
 Berikan terapi analgetik dan antasid
           Rasional : untuk menghilangkan nyeri lambung   




c. Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tindakan pembatasan intake nutrisi, puasa

Tujuan : Pemenuhan kebutuhan nutrisi adekuat

Kriteria hasil :

Makan habis 1 porsi
Berat badan meningkat
Hasil laboratorium
Albumin normal
Hb normal
   Intervensi

Kaji status nutrisi dan pola makan klien
           Rasional : sebagai dasar untuk menentukan intervensi
 Puasakan klien selama fase akut
Rasional : menurunkan rangsangan lambung, sehingga mencegah muntah
 Jelaskan agar klien menghindari minuman yang mengandung kafein
            Rasional : kafein dapat merangsang aktivitas gaster.
Timbang berat badan klien setiap hari dengan alat ukur yang
sama
 Rasional : untuk mengetahui status nutrisi klien
 Berikan terapi multivitamin dan antasid sesuai program medik
Rasional : untuk meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan mual


d. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan perubahan status kesehatan, ancaman kematian, nyeri.

Tujuan : Rasa cemas dapat teratasi

Kriteria Hasil : ansietas berkurang

Intervensi

  Awasi respons fisiologi misal: takipnea, palpitasi, pusing, sakit kepala,sensasi kesemutan.
        Rasional: dapat menjadi indikatif derajat takut yang dialami pasien
tetapi dapat juga berhubungan dengan kondisi fisik / status syok.
 Dorong pernyataan takut dan ansietas, berikan umpan balik.
         Rasional: membuat hubungan terapeutik.
 Berikan informasi akurat
        Rasional : melibatkan pasien dalam rencana asuhan dan menurunkan
ansietas yang tak perlu tentang ketidaktahuan.
Berikan lingkungan tenang untuk istirahat
        Rasional : memindahkan pasien dari stresor luar meningkatkan
relaksasi, dapat meningkatkan ketrampilan koping.
 Dorong orang terekat tinggal dengan pasien
        Rasional: membantu menurunkan takut melalui pengalaman
menakutkan menjadi seorang diri.
 Tunjukkan teknik relaksasi
        Rasional: belajar cara untuk rileks dapat membantu menurunkan
takut dan ansietas.

















Daftar Pustaka

Doenges, M.E. (2000). Rencana asuhan keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Edisi 3. Jakarta : EGC.

Price, Sylvia. A & Wilson, L. M. (2002). Patofisiologi: Konsep klinis  proses-proses penyakit ed: 6. Jakarta : EGC.

Sherwood, L. (2001). Fisiologi manusia: dari sel ke sistem, Ed: 2. Jakarta: EGC

Smeltzer, S.C., & Bare, B.G. (2002). Buku ajar keperawatan medical-bedah Brunner & Suddarth, vol:2. Jakarta: EGC.


»»  READMORE...

12.08.2011

Manfaat Minum Air Putih Saat Bangun Tidur

Jakarta, Beberapa orang kadang punya kebiasaan minum air putih saat baru bangun tidur. Kebiasaan ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja keuntungan minum air putih saat bangun tidur?

Kebutuhan air yang harus dikonsumsi orang berbeda-beda, hal ini karena tergantung dari beberapa faktor seperti berat badan, jenis kelamin, cuaca dan juga aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Misalnya orang yang aktif secara fisik atau tinggal di iklim panas, maka kebutuhan airnya lebih banyak.

Dibutuhkan waktu, disiplin dan komitmen untuk membiasakan diri mengonsumsi air putih segera setelah bangun tidur, karena hal ini bisa memberikan beberapa manfaat kesehatan. Berikut manfaat yang bisa didapat, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (7/9/2011) yaitu:

1. Meningkatkan energi
Mengonsumsi air di pagi hari bisa meningkatkan metabolisme, membantu seseorang menjadi lebih waspada serta merasa lebih segar karena adanya peningkatan energi di dalam tubuh.

Hal ini karena hampir semua bagian tubuh memerlukan air agar bisa bekerja secara optimal, jika tubuh dehidrasi akan timbul kelelahan dan lesu sehingga menjadi tidak efisien.

2. Menghilangkan racun
Minum air di pagi hari akan membantu meringankan fungsi ginjal dalam hal menghilangkan berbagai racun dan produk buangan (limbah) dari dalam sistem tubuh. Hal ini karena saat malam hari tubuh tidak mendapatkan asupan cairan.

3. Mengurangi berat badan
Mara Z. Vitolins, seorang ahli nutrisi dari Wake Forest University Baptist Medical Center menuturkan umumnya tubuh tidak bisa membedakan antara rasa lapar dan haus, karenanya konsumsi air minum bisa membantu membedakan hal tersebut.

Selain itu jika seseorang minum air putih saat sedang lapar akan terlihat adanya penurunan nafsu makan sehingga membantu menurunkan berat badan, dan menghindari konsumsi minuman lain yang tinggi gula, aklori atau kafein.

Untuk mengetahui apakah tubuh terhidrasi dengan baik atau asupan airnya cukup bisa dilihat dari warna urine, normalnya warna urine yang baik adalah jernih dan bukan kuning pekat.

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

12.07.2011

Apakah Minum Air dari Pipa Plastik Berbahaya?

Jakarta, Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam plastik telah diketahui berisiko mengakibatkan beberapa penyakit yang berbahaya. Padahal, pipa plastik umum digunakan dalam sistem distribusi air di rumah-rumah. Pipa untuk air minum tersebut terbuat dari plastik yang disebut cross-linked polyethylene (PEX).

Penelitian internasional sebelumnya telah menunjukkan bahwa pipa plastik dapat melepaskan zat yang memberi rasa dan bau yang tidak diinginkan dalam air minum. Beberapa penelitian juga telah menyarankan bahwa zat-zat ini mungkin bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Penelitian yang dilakukan Norwegian Institute of Public Health ini bertujuan untuk menyelidiki apakah zat-zat dalam pipa tersebut berbahaya bagi kesehatan serta mempengaruhi rasa dan bau air minum. Zat-zat tersebut terdiri dari bahan tambahan yang digunakan selama produksi pipa plastik untuk memberikan sifat-sifat yang diinginkan.

Seperti dilansir ScienceDaily, Kamis (10/11/2011), hasil penelitian menunjukkan bahwa:
  1. Tidak ada risiko kesehatan yang berhubungan dengan air minum dari pipa PEX
  2. Beberapa jenis pipa PEX-dapat menyebabkan rasa dan bau yang tidak diinginkan yang berkepanjangan jika air tetap berada dalam pipa dari waktu ke waktu
  3. Meskipun rasa dan bau biasanya menghilang seiring dengan penggunaan, air dari dua jenis PEX masih memiliki bau dan rasa yang tidak enak setelah satu tahun
  4. Kadar senyawa organik yang mudah menguap dari pipa PEX baru umumnya rendah
  5. Kadar ini akan jauh berkurang seiring dengan penggunaan
  6. Tidak ada hubungan yang ditemukan antara metode produksi dan pencemaran zat-zat dalam pipa.

Sepuluh jenis pipa PEX yang tersedia di pasar Norwegia telah diuji untuk dalam tes laboratorium standar. Pipa tersebut diberikan kontak langsung dengan air selama 72 jam.

Saat ini, terdapat tiga metode berbeda dalam memproduksi pipa yang dikenal sebagai PEX-a, PEX-b atau c-PEX. Metode ini menggunakan zat tambahan yang sedikit berbeda, tapi penelitian ini tidak menemukan hubungan antara metode produksi dan pencemaran zat-zat dari pipa ke dalam air.


sumber www.detik.com
»»  READMORE...

10.19.2011

Indonesia Cuma Punya 30 Dokter Ahli Radiologi


Jakarta, Perkembangan teknologi di bidang radiologi sangat pesat, sehingga keberadaan dokter-dokter spesialis radiologi makin dibutuhkan. Sayangnya di seluruh Indonesia saat ini baru sekitar 30-an dokter yang sudah menjadi spesialis radiologi.

"Spesialis radiologi di Indonesia belum terlalu banyak, mungkin baru sekitar 30 orang. Dengan perkembangan teknologi yang ada, kita masih butuh lebih banyak lagi," ungkap Dr Kardinah, SpRad dalam jumpa pers di RS Dharmais, Rabu (19/10/2011).

Menurut Dr Kardinah, jumlah dokter spesialis radiologi yang dibutuhkan tergantung pada jumlah rumah sakit yang memiliki instalasi radiologi. Menurut peraturan yang berlaku, tiap rumah sakit yang memiliki alat-alat kedokteran nuklir harus punya 1 dokter spesialis radiologi.

Untuk wilayah Indonesia yang begitu besar, Dr Kardinah menilai 30 orang dokter spesialis radiologi masih kurang. Itu berarti belum semua provinsi memilikinya, padahal idealnya tiap provinsi harus punya minimal 1 dokter yang kompeten mengurusi radiologi.

Di RS Dharmais sendiri, Dr Kardinah masih menjadi satu-satunya dokter spesialis radiologi. Meski begitu, beberapa dokter saat ini tengah disekolahkan dan untuk mengoperasikan alat-alat nuklir RS Dharmais juga bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Kedokteran Nuklir.

Di bidang kedokteran, teknologi nuklir dan radiologi secara umum digunakan dalam proses diagnosis penyakit misalnya untuk mendeteksi kelainan-kelainan dalam di dalam tubuh tanpa harus mengoperasi. Sedangkan untuk pengobatan, radioterapi juga sering dipakai untuk menyembuhkan kanker.

Karena pada dasarnya efek radiasi bisa berbahaya, maka radiologi tidak boleh diberikan pada kondisi tertentu misalnya saat hamil. Sebelum menjalani prosedur radiologi, pasien perempuan pasti ditanyai kapan terakhir kali menstruasi sebab kalau ternyata hamil maka perkembangan janin bisa terganggu.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

9.24.2011

4 Pembunuh Manusia Terbesar versi WHO


Jakarta, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 4 pembunuh terbesar manusia saat ini. Bukan lagi perang, bencana alam atau penyakit menular melainkan penyakit-penyakit serius yang timbul akibat gaya hidup tidak sehat.

Keempat pembunuh manusia terbesar itu adalah: diabetes, kanker, penyakit paru-paru dan jantung. Data WHO menunjukkan hampir 80 persen dari penyakit kanker, diabetes, jantung dan paru-paru terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

WHO mencatat kematian akibat penyakit tidak menular (NCDs/non-communicable diseases) akan meningkat sebesar 17 persen pada dekade berikutnya. Di Afrika, jumlah tersebut akan terus meningkat sebesar 24 persen.

"Hasil statistik tersebut sangat mengkhawatirkan, tetapi kami tahu bagaimana cara untuk menurunkan angka tersebut," kata Sekjen PBB, Ban Ki-moon dalam sidang majelis umum PBB yang membahas mengenai masalah kesehatan di gedung PBB seperti dilansir dari VOANews, Selasa (20/9/2011).

Keempat penyakit ini memiliki efek yang dapat melemahkan aspek sosial ekonomi. Hal tersebut disebabkan karena mungkin sebagian besar dari tenaga kerja ada yang sakit atau mati ketika usia produktif, maka ekonomi nasional akan kehilangan penghasilan dan jutaan keluarga terdorong ke dalam kemiskinan, sehingga mengancam pembangunan nasional.

Efek jangka panjang keuangan sangat dapat menghancurkan. Penelitian World Economic Forum and Harvard University memperkirakan bahwa selama 20 tahun ke depan penyakit tidak menular (NCDs) dapat menghabiskan biaya ekonomi global lebih dari US$ 30 triliun.

PBB telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas penyebab kematian terbesar di dunia, yaitu NCDs (non-communicable diseases). Pertemuan yang berlangsung pada 19 September 2011 tersebut dilakukan guna membahas bagaimana pemerintah dapat mengendalikan 36 juta kematian setiap tahun dari penyakit yang seharusnya dapat dicegah dan diobati.

Ban Ki-moon mengatakan bahwa, kunci untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit-penyakit tersebut adalah dengan meningkatkan olahraga, meningkatkan gizi, dan pemeriksaan dini untuk penyakit ini.

Makanan olahan merupakan salah satu penyebab obesitas, yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

"Khususnya saya menghimbau pada perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari menjual makanan olahan untuk anak-anak agar bertindak dengan bertanggungjawab. Tidak hanya untuk produsen makanan, tetapi juga perusahaan media, pemasaran dan periklanan yang juga memainkan peran sentral dalam perusahaan ini. Kita semua juga dapat bekerja sama untuk mengakhiri penggunaan tembakau dan alkohol," kata Ban Ki-moon.

Sedangkan Direktur Jenderal WHO, Margaret Cha mengatakan makanan olahan yang tinggi garam, lemak, dan gula telah menjadi makanan pokok baru di seluruh dunia. Berbagai makanan olahan tersebut tersedia dan dipasarkan secara luas dan tentunya dijual dengan harga yang murah.

Tetapi ia memperingatkan bahwa tren ini merupakan faktor yang telah menyumbang peningkatan kejadian penyakit tidak menular (NCDs). Makanan olahan telah meningkatakan risiko obesitas. Lebih dari 40 juta anak pra sekolah mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dan lebih dari 50 persen dari populasi orang dewasa di beberapa negara juga telah mengalami obesitas. Obesitas menjadi pintu masuk penyakit mematikan seperti diabetes dan jantung.

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

Belitung Butuh Banyak Dokter Spesialis


Jakarta, Kabupaten Belitung mengalami kemajuan yang pesat terutama sektor pariwisatanya. Tapi sayangnya masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan terutama untuk dokter-dokter spesialis.

"Tenaga medis yang tersedia saat ini untuk dokter spesialis baru 3 yaitu kandungan, anak dan bedah, yang lainnya belum ada," ujar wakil bupati Belitung, Sahani Saleh di kantor bupati Belitung, Selasa (20/9/2011).

Sahani menuturkan meski begitu saat ini ada kemitraan dengan rumah sakit swasta yang mana didalamnya terdapat dokter spesialis, sedangkan untuk perawat disini sudah ada akademi keperawatan.

"Kalau bidan kita bisa tutupi dengan PTT daerah, sedangkan untuk sanitarian masih sangat kurang," ujar dr wiryati husin Kadinkes Belitung.

dr Wiryati menuturkan seharusnya setiap Puskesmas memiliki 2 sanitarian, tapi dari 9 Puskesmas di 5 kecamatan yang ada belum setengahnya yang memiliki sanitarian.

"Selain itu cakupan jamban juga masih rendah, karenanya kami memicu masyarakat untuk membuat jamban sendiri dan bukan disubsidi oleh pemerintah, serta memicu masyrakat untuk malu buang air besar secara sembarangan," ungkapnya.

Sementara itu dr Wiryati menuturkan untuk dokter saat ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad untuk dokter spesialis bedah, tapi diharapkan bisa memiliki dokter spesialis yang tetap.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

Antibiotik Baru Ditemukan dalam Hati Hiu


Jakarta, Sebuah senyawa yang berfungsi sebagai antibiotik ditemukan dalam hati hiu. Antibiotik dari ikan hiu ini menjadi terobosan penting karena bisa melindungi manusia dari berbagai penyakit.

Antibiotik yang ditemukan pada hiu dapat digunakan sebagai obat melawan virus manusia dan merevolusi obat-obatan. Senyawa yang ditemukan dalam hati hiu ini dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit mulai dari demam berdarah, penyakit kuning hingga hepatitis B, C dan D.

Antibiotik yang disebut dengan squalamine ini sudah aman untuk digunakan pada manusia sebagai obat antivirus.

"Squalamine yang berpotensi memiliki sifat antivirus yang luas ini sangat menarik, terutama karena kita sudah tahu begitu banyak dari penelitian yang sedang berlangsung tentang cara kerjanya terhadap manusia," kata Dr. Michael Zasloff dari Georgetown University yang memimpin penelitian seperti dikutip dari Dailymail (20/9/2011).

Dalam percobaan laboratorium dan hewan, squalamine terbukti menghasilkan aktivitas antivirus melawan patogen manusia pada penyakit seperti hepatitis yang saat ini belum dapat diobati.

Penemuan ini diharapkan dapat memecahkan misteri bagaimana hiu dengan sistem kekebalan primitif dapat begitu efektif melawan virus yang mengganggu semua makhluk hidup.

"Saya percaya bahwa squalamine adalah salah satu senyawa yang melindungi hiu dan beberapa vertebrata laut primitif lainnya dari virus. Squalamine muncul untuk melindungi tubuh terhadap virus yang menyerang hati dan jaringan darah. Senyawa serupa lainnya yang ada pada hiu mungkin melindungi tubuh terhadap infeksi virus pernapasan," kata Dr. Zasloff berkata.

"Kita dapat memanfaatkan sistem kekebalan hiu untuk mengubah senyawa antivirus menjadi obat yang dapat melindungi manusia terhadap berbagai macam virus. Obat ini akan menjadi revolusioner. Sedangkan ada banyak agen antibakteri yang dimiliki oleh dokter dan beberapa obat antivirus untuk membantu pasien, hanya beberapa dari mereka yang aktif secara luas," lanjutnya.

Dr. Zasloff menemukan squalamine pada tahun 1993 dan telah diuji secara klinis mampu mengobati kanker dan beberapa gangguan mata. "Saya tertarik pada hiu karena meskipun tampaknya primitif, sistem kekebalan tubuh mereka efektif. Tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa hiu itu begitu kuat," katanya.

Ia menemukan bahwa senyawa itu mampu menghambat pesatnya pertumbuhan pembuluh darah seperti yang ditemukan pada tumor tumor dan penyakit retina. Tapi untuk penelitian itu, Dr. Zasloff tidak lagi menggunakan hiu hidup. Sejak tahun 1995, Dr. Zasloff telah mensintesis squalamine di laboratorium daripada mengambil jaringan hiu di alam bebas.

Dr Zasloff mengaku masih tertarik dengan cara kerja jenis molekul kolesterol alami yang memiliki muatan listrik positif dapat bertindak sebagai zat kekebalan pada hiu.

Ketika memasuki sel, squalamine hanya dapat mengakses sel-sel tertentu di pembuluh darah, kapiler dan hati. Squalamine mengusir protein bermuatan positif yang terikat ke permukaan sel dari membran dalam sel.

Beberapa protein yang dikeluarkan ini biasanya digunakan oleh virus untuk berkembang biak. Tanpa protein, siklus hidup virus terganggu. Artinya, squalamine tampaknya dirancang untuk melawan infeksi virus tertentu.

"Bagi saya, kunci efektivitas squalamine adalah bahwa sekali ia digunakan dalam tubuh, maka ia akan menyesuaikan siklus hidup virus yang paling banyak. Kebanyakan virus membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Waktu yang sama dibutuhkan oleh squalamine untuk membuat jaringan dan organ tahan virus setelah pemberian," ujar Dr. Zasloff.

Selain bertindak cepat dalam menghentikan perkembang biakan virus, squalamine membersihkan tubuh dari predator dalam beberapa jam. Selanjutnya, karena cara kerja squalamine membuat jaringan inang menolak infeksi, bukan dengan menargetkan protein virus tertentu, maka munculnya resistensi virus tidak dapat diantisipasi.

Dalam penelitian kultur jaringan, squalamine mampu menghambat infeksi pada sel-sel pembuluh darah manusia oleh virus demam berdarah dan sel hati manusia yang terinfeksi hepatitis B dan D yang menyebabkan gagal hati dan kanker.

Dalam penelitian hewan, para ilmuwan dari seluruh Amerika Serikat menemukan bahwa squalamine mampu mengendalikan infeksi sakit kuning, virus estern equine encephalitis dan murine cytomegalovirus dan pada beberapa kasus dapat menyembuhkan binatang.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

9.20.2011

10 Negara Terbaik untuk Merawat Anak Sakit, RI Urutan 110


Jakarta, Save the Children Index mengurutkan 161 negara di dunia untuk perawatan anak yang sakit. Peringkat 10 terbaik didominasi negara-negara Eropa, sedangkan Indonesia ada di urutan 110.

Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Singapura (peringkat 39), Malaysia (peringkat 69), Thailand (peringkat 79), Vietnam (peringkat 92) dan Filipina (peringkat 101). Dan dibawah Indonesia ada Myanmar (112), Timor Leste (154) dan Laos (159).

Singapura tercacat sebagai negara terbaik di Asia dengan mengalahkan Korea Selatan (44), Jepang (50), Korea Utara (53), China (72) dan India (137).

Penilaian mengenai negara-negara terbaik untuk merawat anak yang sedang sakit salah satunya berdasarkan pada berapa banyak petugas kesehatan yang tersedia untuk mengurus anak.

Peringkat ini didasarkan pada jumlah petugas kesehatan (seperti dokter, perawat, dan bidan) yang tersedia untuk setiap 10.000 orang di suatu negara, serta jangkauan mereka terhadap penduduk.

Selain itu, faktor proporsi anak-anak yang mendapatkan vaksinasi, serta ibu-ibu yang bisa mendapatkan perawatan darurat selama persalinan juga merupakan pertimbangan dalam ditentukannya urutan negara tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 23 petugas kesehatan untuk pelayanan 10.000 orang merupakan jumlah yang optimal untuk perawatan ibu dan anak-anak sesuai kebutuhan.

Amerika Serikat memiliki sekitar 125 petugas kesehatan untuk setiap 10.000 orang, maka negara tersebut berada pada urutan nomer 15, menurut indeks Save the Children. Sedangkan Somalia dan Chad berada pada urutan paling bawah, yaitu dengan rata-rata 7 petugas kesehatan untuk setiap 10.000 orang.

"Dalam beberapa negara-negara yang berada pada peringkat bawah, petugas kesehatan sangat terkonsentrasi di daerah perkotaan atau kota. Sehingga penduduk yang berada pada lingkungan pedesaan, mengalami kesulitan untuk mendapatkan perawatan kesehatan," laporan Save the Children, seperti dikutip dari Aol Healthy Living, Selasa (13/9/2011).

Negara-negara barat kebanyakan menduduki peringkat atas. Sedangkan negara-negara di Asia dan Afrika, kebanyakan mendominasi peringkat bawah. Berikut ini adalah 10 negara yang berada di peringkat atas, untuk perawatan anak-anak yang sedang sakit, antara lain:

Swiss
Finlandia
Irlandia
Norwegia
Belarus
Denmark
Swedia
Kuba
Uzbekistan
Jerman


Seperti halnya di Indonesia perawatan kesehatan yang layak hanya terpusat di daerah perkotaan saja. Sedangkan di daerah yang terpencil dan sangat terpencil belum mempunyai fasilitas dan tenaga medis yang mencukupi, meskipun hanya untuk pelayanan kesehatan dasar saja.

Menurut peringkat yang mencantumkan 161 negara yang disusun oleh nonprofit Save the Children, Indonesia juga termasuk dalam negara-negara yang berada pada peringkat bawah, yaitu menduduki peringkat 110. Beberapa masalah mengenai tenaga kesehatan di Indonesia, antara lain:

Distribusi tenaga kesehatan yang tidak optimal.
Formasi terbatas
Output tenaga kesehatan tertentu tidak dapat dikendalikan.
Daerah belum menyiapkan dana dan sarana untuk kesiapan sumber daya kesehatan, dalam mengantisipasi otonomi daerah.
Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) baru terbatas pada dokter spesialis, dokter, dokter gigi, dan bidan.
Insentif pusat hanya untuk PTT di daerah sangat terpencil.
Tidak semua daerah mengalokasikan dana untuk insentif.
Besaran insentif bervariasi.


Sedangkan, upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia, meliputi:

Mengembangkan sistem insentif untuk tenaga PTT yang bekerja di daerah sangat terpencil.
Penugasan khusus pada pulau-pulau terluar.
Kerjasama dengan Universitas Negeri/ Fakultas Kedokteran dalam penempatan dokter spesialis/residen senior, khusus di daerah-daerah terpencil, tertinggal, dan perbatasan.
Memberikan bantuan pendidikan spesialis utk percepatan peningkatan pelayanan Spesialistik (diutamakan untuk pemenuhan pada RS/RSUD yg sulit pemenuhannya).
Kebijakan pengangkatan tenaga medis sampai dengan usia 46 th utk mengisi kebutuhan daerah terpencil.
Menetapkan Permenkes 949/2007 disempurnakan dengan Permenkes 1239/2007 tentang kriteria Saryankes (sarana layanan kesehatan) di daerah terpencil.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...