Tampilkan postingan dengan label miggrain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miggrain. Tampilkan semua postingan

4.11.2011

Ciri-ciri Sakit Kepala Karena Tumor Otak


Jakarta, Sebagian besar sakit kepala muncul akibat stres, migrain, sinusitis. Dan jika memang ada tumor itu lebih bersifat jinak. Tapi ada cara mengetahui ciri-ciri sakit kepala karena tumor otak.

"Sekitar 99 persen sakit kepala yang dirasakan oleh masyarakat bukanlah akibat kanker," ujar Dr Gene Barnett, direktur Brain Tumor and Neuro-Oncology Center, seperti dikutip dari CNN, Senin (11/4/2011).

Meski begitu kata Dr Barnett, sakit kepala yang muncul tidak boleh dianggap sepele, karena bisa jadi merupakan sinyal dari kondisi kesehatan tertentu.

Diakuinya tidak ada cara mudah untuk mengetahui apakah sakit kepala yang muncul akibat tumor otak atau tidak.

"Tidak ada cara sederhana untuk mengetahui apakah sakit kepala yang muncul akibat tumor otak atau tidak, karena beberapa kasus tumor otak justru tidak mengalami sakit kepala sama sekali," ujar Barnett.

Sulitnya deteksi tumor otak ini karena harus dilakukan diagnosis dari lokasi tumor, kecepatan gejala yang muncul, kecepatan pertumbuhan dari tumor tersebut serta efek yang ditimbulkan.

Meski demikian Barnett mengungkapkan ada beberapa poin penting yang perlu diingat dan bisa dijadikan sinyal peringatan bagi seseorang untuk mengetahui apakah sakit kepala yang dialami merupakan gejala tumor otak atau bukan, yaitu:

Sakit kepala yang dialami merupakan hal baru, jika sebelumnya tidak pernah merasakan sakit kepala atau sakit yang dialami berbeda dari biasanya maka kondisi ini bisa menjadi tanda peringatan.
Sakit kepala yang muncul disertai dengan gejala lain, pasien tumor otak biasanya memiliki gejala lain selain sakit kepala seperi mual, pusing, muntah, hilang kesadaran atau tiba-tiba pingsan, kejang, kesulitan bicara, kelemahan pada tungkai atau masalah dengan penglihatan tepi.
Sakit kepala diawali ketika bangun di pagi hari, biasanya sakit kepala mulai di pagi hari yang seringkali disertai dengan mual dan muntah. Sedangkan sakit kepala yang dialami di pagi hari lalu semakin parah sepanjang hari biasanya bukan akibat tumor otak melainkan karena tekanan sehari-hari.
Sakit kepala yang semakin memburuk, sakit kepala yang muncul semakin lama semakin sering selama periode hari, minggu atau bulan.


Gejala tumor otak yang muncul bisa sangat luas dan beragam karenanya diperlukan pemeriksaan dokter untuk memperkuat diagnosa. Salah satu pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah CT-scan untuk melihat gambaran otak dan struktur disekitarnya.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

3.06.2011

4 cara mengatasi migrain


Cambridge, Migrain adalah sakit kepala sebelah yang meski tidak mengancam nyawa, tapi penyakit
ini tergolong parah karena rasanya begitu menyiksa. Ketika migrain datang, ada 4 cara yang bisa dilakukan.

Dr Carolyn Bernstein, ahli neurologi dari Cambridge Health Alliance-Cambridge Campus, seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (14/5/2010) mengatakan selama ini orang migrain takut kopi karena diduga bisa memicu sakit kepala. Tapi sebenarnya, cukup dengan 1 sampai 2 cangkir kopi justru bisa meringankan migrain.

Keempat cara untuk mengatasi migrain adalah:

1. Secangkir atau dua cangkir kopi dapat membantu meringankan migrain

Kafein merupakan obat termurah, termudah dan paling banyak tersedia untuk mengatasi migrain. Mempersempit pembuluh darah dapat mengurangi rasa sakit. Jika mengalami migrain, minum satu atau dua cangkir kopi hitam atau minuman ringan berkafein, bagi kebanyakan orang dapat mengurangi gejala migrain.

Kafein juga membantu menyerap obat lain, yang menjadi penyebab migrain. Dan kafein merupakan stimulan otak yang dapat membantu orang berpikir lebih baik jika sedang berada pada 'kabut' migrain.

2. Pijat

Kejang otot dapat menjadi pemicu migrain bagi banyak orang. Anda mungkin mengalami kejang otot di leher, punggung atau bahu, terutama jika terlalu lama duduk di depan komputer atau mengemudi.

Gigi, otot-otot wajah atau kulit kepala kadang mencengkeram terutama pada malam hari, sehingga Anda terbangun dengan migrain. Pijat dapat membantu jika migrain disertai dengan kejang otot, karena ini akan membuat Anda rileks.

Meskipun datanya tidak cukup besar, sebuah studi di universitas besar menemukan bahwa melakukan pijat dua kali seminggu selama lima minggu dapat mengurangi 50 persen migrain.

3. Yoga

Sebuah studi baru-baru ini di India menemukan bahwa orang yang menderita migrain dan melakukan yoga dengan kombinasi meditasi dan teknik relaksasi lainnya, dapat mengurangi migrain dengan berkurangnya rasa nyeri. Kegelisahan dan depresi pun akan berkurang.

4. Magnesium

Magnesium mungkin merupakan mineral ajaib bagi penderita migrain. Meskipun tidak membantu setiap orang, mengonsumsi suplemen magnesium setiap hari dapat membantu mencegah migrain.

Penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat membantu meringankan migrain, termasuk mengurangi migrain akibat menstruasi.

Bagaimana magnesium dapat membantu? Magnesium merupakan mineral penting untuk beberapa fungsi dalam tubuh, termasuk jantung, tulang dan otot. Magnesium mengatur pembuluh darah beroperasi, mengurangi nyeri dan menenangkan sistem saraf, yang mungkin dapat membantu meringankan migrain.

Hal ini juga dapat membantu mengurangi stres dengan bekerja pada sistem saraf simpatik dan dapat mengatur kadar gula dalam darah, yang merupakan dua pemicu migrain.

Dan yang lebih penting lagi, magnesium akan mempengaruhi produksi dan regulasi serotonin. Serotonin merupakan zat kimia yang diproduksi oleh tubuh dan diperlukan sel-sel saraf dan otak untuk berfungsi.

Banyak orang yang kekurangan magnesium karena gula dan makanan tinggi lemak, yang menghalangi peneyrapannya ke dalam tubuh. Orang yang menderita migrain biasanya memiliki kadar magnesium di bawah normal.

Dr Bernstein menyarankan untuk mengonsumsi 400 mg magnesium per hari untuk masa percobaan dua bulan. Tapi Anda harus berkonsultasi pada dokter, bila Anda memiliki masalah dengan ginjal.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

Penyebab migrain


Jakarta, Penyebab migrain sangat beragam, mulai dari makanan hingga lingkungan. Efek dari berbagai penyebab itu berbeda-beda pada setiap individu, sehingga tidak semuanya harus dihindari. Paling tidak, ada beberapa hal yang harus diwaspadai.

"Bahkan pada individu yang sama, tidak selalu ada penyebab yang sama dan konsisten. Suatu saat cokelat memicu migrain, pada saat yang lain tidak," kata Larry Newman, MD, direktur Headache Institute di St. Luke's-Roosevelt Hospital Center.

Bagi yang sering mengalami migrain, Newman menganjurkan untuk membuat diary sakit kepala. Dari catatan tersebut, bisa diketahui apa saja yang bisa menyebabkan migrain pada seseorang.

Berikut ini adalah beebrapa hal yang sering memicu migrain, dikutip dari Health.com, Jumat (18/6/2010).

1. Makanan dan minuman
Menurut National Headache Foundation, makanan dan minuman yang bisa memicu migrain di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Keju matang (seperti cheddar, emmentaler, stilton, brie dan camembret)
2. Cokelat
3. Makanan yang diasinkan, diasamkan atau difermentasikan
4. Krim asam
5. Kacang-kacangan dan selai kacang
6. Roti sourdough
7. Kismis, pepaya, plum merah
8. Buah-buahan beraroma sitrus
9. Kafein yang berlebihan
10. Alkohol

2. Menstruasi
Bagi kebanyakan perempuan, siklus menstruasi merupakan penyebab utama sakit kepala termasuk migrain. Biasanya serangan itu terjadi saat haid, atau beberapa hari sebelumnya. Anjloknya kadar esterogen pada masa-masa tersebut diduga merupakan pemicu utamanya. Oleh karena itu, hal yang sama juga dialami oleh perempuan menjelang masa menopause.

3. Lingkungan
Bagi sebagian orang, bau parfum yang menyengat bisa memicu migrain saat berada di tempat umum misalnya pusat perbelanjaan. Sebagian yang lain bisa mengalami migrain karena melihat lampu kerlap-kerlip, atau sorot sinar matahari dari sela-sela pepohonan saat mengemudi.

4. Stres
penyebab migrain yang paling umum bagaimanapun adalah stres, dan sebaliknya penderita migrain bisa menjadi sangat responsif secara emosional. Gelisah, khawatir, sedih, terkejut dan suasana hati yang tidak menentu dapat memicu pelepasan hormon tertentu yang menyebabkan migrain.

Sebaliknya, rasa lega setelah melepas kepenatan yang terlanjur berlarut-larut juga bisa memicu migrain. Gangguan yang disebut weekend headaches ini umumnya dialami para karyawan setelah sibuk bekerja selama sepekan.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

Perempuan Lebih Sering Kena Migrain


Jakarta, Tiga dari empat orang yang mengalami migrain atau sakit kepala sebelah adalah perempuan. Kenapa perempuan lebh sering kena migrain ketimbang laki-laki?

Migrain adalah sakit bagian kepala yang biasanya ditandai dengan peringatan sensorik seperti titik-titik buta, mual, muntah dan peningkatan sensitifitas suara dan cahaya. Rasa sakit pada migrain bisa terjadi dalam beberapa jam saja namun ada juga yang sampai berhari-hari.

Migrain yang terjadi pada wanita seperti dilansir womenhealth, Kamis (30/7/2009) umumnya pada usia 20 sampai 45 tahun. Bahkan ada yang kena migrain ketika mulai haid dan masa menopause.

Para ahli menyebutkan ada hubungan antara migrain dan fluktuasi hormon estrogen perempuan. Perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral juga lebih sering mengalami migrain.

Kehidupan perempuan yang beragam mulai dari lingkungan kerja, keluarga, dan kewajiban sosial diduga bisa menjadi pemicunya. Faktor-faktor ini membuat sulit bagi wanita untuk memenuhi peran dia di tempat kerja dan di rumah ketika serangan migrain muncul.

Sakit kepala migrain disebabkan oleh kombinasi dari pembesaran pembuluh darah dan melepaskan zat-zat kimia dari sel-sel saraf yang melilit sekitar pembuluh darah tersebut.

Selama sakit kepala, arteri membesar yang terletak pada bagian luar tengkorak di bawah kulit pelipis. Ini yang menyebabkan zat kimia dilepaskan yang mengakibatkan radang, sakit kepala dan pembesaran arteri, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

Migrain menyebabkan sistem saraf merespon mual, muntah dan diare. Respons lainnya akan berpengaruh ke usus kecil yang akan mempengaruhi penyerapan makanan, menurunkan sirkulasi darah yang menyebabkan tangan dan kaki menjadi dingin serta meningkatkan sensitifitas terhadap cahaya dan suara.

Ada beberapa pemicu yang potensial menimbulkan migrain yaitu: reaksi dari alergi, suara keras, cahaya terlalu terang, stres emosional dan fisik, perubahan pola tidur atau tidur yang tidak teratur, terkena asap rokok, melewatkan makan atau berpuasa, alkohol, sirkulasi menstruasi yang tidak teratur, hormon yang fluktuatif selama menopause, makanan yang mengandung tyramine seperti anggur merah, hati ayam, ikan asap, beberapa kacang-kacangan, monosodium glutamat (MSG) serta makanan yang mengandung nitrat seperti lemak babi, hot dog dan semacam sosis.

The Internasional Headache Society merekomendasikan 'rumus 5, 4, 3, 2, 1' untuk mendiagnosis apakah Anda terkena migrain yaitu:

1. Terjadi 5 kali atau lebih serangan.
2. Durasinya bisa 4 jam sampai 3 hari.
3. Setidaknya ada 2 daerah sepihak yang mengalami sakit, membuat keadaan memburuk atau menghambat aktifitas.
4. Minimal ada 1 gejala tambahan seperti mual, muntah, sensitif suara dan cahaya.


Untuk mendiagnosisnya bisa dilakukan beberapa tes seperti electroencephal computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengetahui penyebabnya.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...

10 Cara Melawan Migrain


Jakarta, Sakit kepala sebelah atau migrain memang tidak mematikan, namun jika tidak diatasi akan sangat mengganggu produktivitas. Berbagai jenis terapi bisa dilakukan, mulai dari obat-obatan hingga aktivitas fisik seperti olahraga dan bercinta.

Berikut ini 10 alternatif mengatasi migrain, seperti dikutip dari The Sun, Kamis (3/3/2011).

1. Suntik Botox
Juli tahun lalu, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui penggunaan suntik botox untuk mengatasi migrain. Sejumlah bukti ilmiah membuktikan, suntikan yang lebih sering ditujukan untuk mengatasi keriput di wajah ini cukup efektif mengatasi migrain.

2. Terapi gen
Menurut sebuah penelitian di Oxford University, faktor genetik menyebabkan 20 persen penderita migrain tidak bisa sembuh hanya dengan obat. Gen pemicu migrain ini dinamai Tresk dan diturunkan dari orangtua sehingga hanya bisa dihilangkan melalui terpai gen.

3. Aspirin
Suntikan aspirin cair tampaknya akan menjadi terobosan baru untuk mengatasi migrain. Peneliti dari University of California telah membuktikan, penyuntikan aspirin langsung ke pembuluh darah bisa mengatasi migrain dengan lebih murah dan efektif.

4. Relaksasi
Karena stres merupakan salah satu pemicu utama migrain, maka cara pengatasan paling mudah adalah mengistirahatkan pikiran dari urusan pekerjaan. Pergi berlibur adalah salah satu alternatif mengatasi migrain yang paling menyenangkan.

5. Stimulasi magnetik
Transcranial Magnetic Stimulation adalah temuan baru berupa perangkat elektronik penghilang migrain. Ketika ditempelkan di kepala, alat ini akan menghasilkan medan magnetik yang mengurangi sensitivitas terhadap rasa nyeri di kepala.

6. Matikan ponsel
Ada 2 alasan mengapa telepon seluler (ponsel) bisa memicu migrain, salah satunya membuat orang mudah stres karena klien atau atasan di tempat kerja bisa menghubungi sewaktu-waktu untuk membicarakan pekerjaan melalui alat tersebut. Alasan kedua adalah radiasi elektromagnetik yang bisa memicu migrain.

7. Olahraga
Bagi sebagian orang, olahraga justru memicu migrain. Namun bagi kebanyakan orang, olahraga ringan yang tidak terlalu melelahkan cukup ampuh meredakan stres, melancarkan peredaran darah dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Semuanya itu bisa meringankan gejala migrain.

8. Batasi kafein
Kelebihan kafein adalah salah satu pemicu migrain, sehingga tidak dianjurkan untuk minum lebih dari 5 cangkir kopi, teh atau minuman bersoda dalam sehari. Namun bagi yang sudah ketagihan kafein, berhenti minum kopi sama sekali juga bisa memicu migrain. Karena itu yang perlu diperhatikan adalah porsinya, tidak boleh berlebihan.

9. Terapi seks
Khusus pada wanita, hubungan seks secara teratur bisa mengurangi risiko migrain. Hormon yang memberikan rasa nikmat saat bercinta, endorphin merupakan pereda nyeri alami yang diproduksi dalam jumlah besar setiap kali mencapai orgasme.

10. Konsumsi suplemen sat besi
Anemia atau kurang darah bisa memicu migrain meski bukan termasuk salah satu faktor utama. Jika serangan migrain selalu menyertai gejala letih lesu, tidak ada salahnya memperbanyak suplemen atau makanan yang menganding zat besi seperti hati ayam dan sayuran hijau.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...