Tampilkan postingan dengan label hal aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hal aneh. Tampilkan semua postingan

12.08.2011

Kecelakaan-kecelakaan Paling Mengerikan di Vagina

Jakarta, Mengetahui kejadian-kejadian yang pernah terjadi pada organ intim ini mungkin akan membuat sebagian wanita menyilangkan kaki karena merasa ngilu. Setidaknya ada 8 kecelakaan paling aneh yang terjadi pada vagina. Apa saja?

Vagina adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus ke bagian luar tubuh wanita. Organ reproduksi wanita ini sangat rentan mengalami infeksi sehingga sering membutuhkan perawatan khusus. Tapi apa jadinya bila kejadian-kejadian aneh terjadi pada vagina?

Berikut 8 kecelakaan paling aneh yang pernah terjadi pada vagina wanita, seperti dilansir HuffingtonPost, Rabu (7/9/2011):

1. Cairan cabai pada labia (bibir) vagina
Sebaiknya selalu pastikan Anda sudah mencuci tangan sebelum mengganti pembalut saat haid. Seorang wanita malang di Meksiko melakukan kesalahan besar ketika tidak mencuci tangan setelah memotong Jalapeno (cabai Meksiko) dan langsung mengganti pembalut. Akibatnya, terdapat banyak cairan cabai Jalapeno di bibir vaginanya, yang mengharuskannya merendam vagina dalam yogurt untuk menghilangkan efek panas pada vagina.

2. Banjir air dalam vagina
Beberapa wanita pernah mengalami banjir air dalam vagina ketika terjatuh saat main ski air yang ditarik dengan kecepatan tinggi. Posisi jatuh ke belakang membuat air bertenaga dan tekanan tinggi masuk ke vaginanya sehingga menyebabkan luka pada dinding vagina, kerusakan kandung kemih, serviks dan saluran tuba.

3. Kentang tumbuh dalam vagina
Dr. Sharon Orrange dari USC/Keck School of Medicine, University of Southern California, Los Angeles, pernah menemukan seorang wanita tua mengeluh ada semacam tanaman rambat yang keluar dari vaginanya. Namun itu bukanlah rambut kemaluan yang sangat panjang, melainkan daunan rambat dari kentang yang tumbuh di dalam vaginanya. Wanita tersebut sengaja meletakkan kentang di dalam vaginanya guna menjaga agar rahimnya tidak kendur.

4. Vagina keluar dari tubuh
Ketakutan terbesar dalam hidup Allison Henry terjadi ketika ia menemukan vaginanya keluar dari dalam tubuhnya. Hal ini terjadi setelah kehamilan keduanya. Allison mengalami rectocale, yaitu kondisi vagina melemah akibat dorongan dari bagian rektum yang menekan dinding vagina. Allison juga diketahui mengalami cystocele, yaitu kondisi kantung kemih yang mendorong dinding vagina.

5. Kecelakaan mobil karena mencukur rambut kemaluan saat mengemudi
Seorang wanita di Florida mengalami kecelakaan mobil serius ketika ia memutuskan untuk mencukur rambut kemaluannya saat mengemudi. Saat itu, dia sedang dalam perjalanan ke Key West untuk liburan bersama pacarnya.

6. Menjadikan vagina sebagai tas
Seorang wanita asal Pennsylvania, Karin Mackaliunas, menjadikan organ intimnya sebagai tas untuk menyimpan barang-barang seperti heroin, pil resep serta bukti tagihan.

7. Jari terjebak di dalam vagina
Jari seorang terapis fisik di Inggris terjebak di dalam vagina pasien, bukan rektumnya, ketika melakukan manipulasi tulang ekor internal.

8. Kunci mobil di dalam vagina
Selain sebagai tas, vagina ternyata juga bisa dijadikan tempat persembunyian teraman untuk wanita ini. Seorang wanita di Los Angeles dirawat di RS karena mengeluh nyeri pinggul. Yang mengejutkan, dokter menemukan satu set kunci mobil di dalam vaginanya. Wanita itu menuturkan ia sengaja menyembunyikan kunci di vagina karena tidak ingin pacarnya mengambil mobil miliknya.

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

Tari Mengajarkan Gadis Autis Ini Bicara

Jakarta, Shannon diketahui memiliki autis, bisu dan juga tidak pernah sekalipun memulai suatu pembicaraan. Tapi Shannon menemukan suaranya dan mau berbicara sejak diajak bergabung dalam DVD tari.

"Shannon dilahirkan dengan banyak kesulitan, saat balita ia tidak punya otot yang membuatnya tidak bisa berjalan dan berbicara. Dia hanya bisa membuat suara-suara yang tidak dimengerti," ujar ibunya, Katreena (35 tahun), seperti dikutip dari The Sun, Kamis (8/12/2011).

Katreena menuturkan hal ini memilukan karena ia tidak bisa terkoneksi dengan anaknya, Shannon (12 tahun) seperti tinggal di dalam dunianya sendiri.

Saat Shannon berusia 8 tahun, dokter mendiagnosisnya dengan autisme, gangguan otak kompleks yang membuat orangtua harus memindahkannya dari sekolah umum ke sekolah khusus autis Hillingdon Manor.

"Shannon selalu menolak untuk memulai percakapan, ia menjadi sangat pemalu dan sulit berinteraksi dengan orang lain. Perlakuan teman-temannya di sekolah umum membuat kepercayaan dan harganya semakin rendah," ungkap sang ibu.

Di rumah, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar untuk bermain Xbox dengan sang ayah tapi tidak pernah melakukan percakapan apa pun. Hingga akhirnya, Anna Kennedy, pendiri Hillingdon Manor menawarkan Shannon untuk ikut tampil dalam DVD tari dengan anak-anak lain dari sekolah itu.

"Awalnya saya tidak yakin Shannon bisa melakukan hal itu, karena secara fisik ia sangat lemah otot dan tidak ada koordinasi sama sekali. Tapi Anna membantu anak-anak untuk mengembangkan kesadaran spasialnya (sesuatu yang sulit dipahami dari anak autis)," ujar Katreena.

Anna menggunakan imajinasi dengan memasukkan lingkaran dan menari dengan gaya bebas. Anak-anak ini didesak membawa CD favoritnya untuk membantu mereka terbiasa dengan ritme nada yang berbeda.

"Saya mulai melihat perubahan di diri Shannon setelah ia terlibat dalam DVD itu, ia mulai bisa bergerak lebih baik dan koordinasi ototnya semakin meningkat," ujarnya.

Hingga suatu hari Shannon berlari ke sang ibu dan berkata, 'Mum, can we watch my DVD together?'. Saat ia mengatakan hal tersebut, Katreena sangat tersentuh karena itu pertama kalinya ia mulai percakapan.

"Aku hanya duduk dan termenung, jika saya punya kamera video, akan saya rekam kejadian tersebut. Itu sangat luar biasa," imbuhnya.

Katreena menuturkan hal itu pertama kalinya ia menunjukkan minat terhadap sesuatu, selain itu terobosan ini menjadi suatu hal yang istimewa di tahun ini setelah Shannon didiagnosis dengan Potocki-Lupski Syndrome (PTLS), suatu kondisi genetik yang sangat langka dan baru diakui.

"Kondisi ini berarti Anda memiliki duplikasi kromosom 17 yang menyebabkan kesulitan dalam pengolahan bahasa dan artikulasi serta keterlambatan perkembangan motorik dan verbal," ujarnya.

Tapi kini Shannon menjadi lebih percaya diri, jika sebelumnya ia tidak mau pergi ke rumah siapa pun tapi sekarang ia rajin mengunjungi tetangganya dan menunjukkan DVD tersebut. Bahkan membantu sang adik, Paige untuk bergerak menari.

Katreena menambahkan bahwa kini Shannon mengalami banyak perkembangan dan fakta yang ada sekarang ia sudah mau dan bisa berbicara serta memulai suatu percakapan.

Apa yang dialami oleh Shannon menunjukkan adanya dukungan dari orang-orang yang tepat bisa membuat anak yang cacat seumur hidup atau dengan autisme menjalani kehidupan dengan baik. Temukan apa yang menjadi minat si anak dan eksplorasi bakatnya.

Menjadi hal yang penting untuk memberikan kesempatan bagi anak dengan autis untuk mengembangkan minat dan mengekspresikan dirinya.

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

Nenek Lincah 91 Tahun Jadi Pelatih Yoga Tertua di Dunia

Florida, Sebelum kakinya menyentuh lantai di pagi hari, nenek Bernice Bates sudah melakukan beberapa pose yoga di atas tempat tidurnya. Di usia 91 tahun, nenek Bernice yang lincah bahkan masih menjadi pelatih yoga dan menjadi pelatih yoga paling tua di dunia.

Bernice Bates (91 tahun) sudah melakukan berbagai pose yoga sebelum beranjak dari tempat tidurnya, guna mengalirkan darah di seluruh tubuhnya. Ia meletakkan tangan di atas kepalanya, melakukan peregangan, menguap, menarik lututnya ke dada dan 'berjalan' di langit-langit dengan kaki dan peregangan bahu dan tangan.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, Bernice masih menjadi pelatih yoga. Ia bahkan baru saja dinobatkan sebagai pelatih yoga tertua di dunia oleh Guinness World Record.

"Saya tidak memiliki penghargaan ini sendiri. Saya berbagi dengan semua siswa saya belajar selama bertahun-tahun," ujar Bernice Bates, seperti dilansir MSNBC, Kamis (8/12/2011).

Yoga telah menjadi cara hidup bagi Bernice, karena lebih dari setengah umurnya lebih diabdikan untuk yoga. Bernice mulai berlatih dan mengajar yoga hatha sejak sekitar tahun 1960. Alhasil, hingga kini badan Bernice menjadi sangat fleksibel, sehat dan bugar.

"Saya pikir yoga adalah latihan terbaik yang pernah ada. Saya tidak punya alasan apa-apa untuk pergi ke dokter, kecuali hanya untuk melakukan pemeriksaan," jelas Bernice yang memiliki berat badan 47,6 kg dan tinggi 157,5 cm.

Menurut Bernice, yoga melibatkan seluruh anggota tubuh seperti otot, ligamen dan organ-organ tubuh lainnya, yang dapat memberikan energi tanpa melelahkan tubuh.

"Yoga menggabungkan antara pikiran, tubuh dan jiwa dalam segala hal yang kita lakukan. Yoga memberikan fleksibilitas dan itu membuat Anda sehat karena bekerja pada seluruh tubuh, dalam dan luar," jelas nenek yang juga hobi berenang ini.

Bernice telah mengajarkan yoga pada anak-anak dan orang dewasa. Sekarang sia memimpin kelas 1 jam seminggu di Mainlands Retirement Community Center di Pinellas Park, Florida, tempat dia tinggal. Sebagian besar siswanya berusia 60-an dan 70-an tahun.

Dengan siswa yang mencari bimbingannya setiap minggu, guru yoga tertua di dunia ini mengaku akan terus mengajar yoga.

"Mengapa saya harus berhenti? Selama saya bisa melakukannya dan sangat membantu untuk orang lain, saya akan melakukannya selama saya bisa. Saya mendapatkan sukacita melihat seseorang belajar yoga," tutupnya

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

12.07.2011

Bocah yang Otaknya Beracun

Derby, Inggris, Karena menderita gangguan neurologis fatal, Morgan Mawson yang baru berusia 4 tahun diprediksi tidak akan pernah merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Penyakit langka dapat membuat Morgan kecil meninggal karena racun dari otaknya sendiri.

Morgan Mawson menderita penyakit langka Batten (Batten disease) yang hanya menyerang 1 dari 2 miliar orang. Penyakit genetis ini diturunkan dari kedua orangtuanya Jenni (28 tahun) dan Eddie (37 tahun) yang pembawa gen rusak penyebab penyakit Batten.

"Otaknya menghasilkan suatu bahan kimia yang dapat beracun tetapi Morgan tidak memiliki enzim yang dapat melarutkan bahan kimia itu, sehingga racun dapat membunuh otaknya sendiri," jelas Jenni, ibu Morgan yang tinggal di Derby, Inggris, seperti dilansir Dailymail, Kamis (10/11/2011).

Penyakit Batten adalah penyakit keturunan yang fatal. Gejala awal biasanya muncul saat kanak-kanak, antara usia 5 hingga 10 tahun, saat orangtua atau dokter melihat seorang anak yang sebelumnya normal mulai mengembangkan masalah penglihatan atau kejang. Pada beberapa kasus ada tanda-tanda halus seperti perubahan kepribadian dan perilaku, pembelajaran lambat, kecanggungan atau mudah tersandung.

Seiring waktu, anak dengan penyakit Batten mulai menderita gangguan mental, memburuknya kejang, kehilangan penglihatan dan keterampilan motorik (gerak) secara progresif. Akhirnya, anak-anak dengan penyakit Batten menjadi buta, harus berada di tempat dan pikun. Penyakit Batten sering fatal pada usia remaja atau 20-an tahun.

Saat lahir, Morgan tidak menunjukkan gejala apa-apa sehingga ketika tubuhnya gagal berkembang orangtua mulai menyadari ada suatu hal yang salah. Dokter mengatakan Morgan tidak akan mencapai usia 10 tahun karena racun tubuh yang mematikan perlahan-lahan akan menghancurkan otaknya sendiri.

Kini racun telah membunuh saraf di lengan, kaki dan mulut Morgan, sehingga ia tidak mampu berjalan, mengunyah dan berbicara dengan benar.

"Dia tidak bisa menyebutkan kalimat bersama-sama, hanya beberapa kata. Jika Anda tidak mengenalnya maka Anda tidak akan tahu apa yang ia katakan. Tingkah lakunya regresi (mundur ke belakang). Pada saat ini ia selalu membuang benda-benda dimana-mana dan dia ingin meletakkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Ini seperti pada tahap bayi," jelas Jenni.

Morgan terdiagnosis menderita penyakit Batten setahun sebelum kakaknya Mia ditemukan memiliki tumor otak yang jarang terjadi. Mia sering mengeluh sakit kepala yang menyiksa dan dokter menemukan craniopharyngioma, yaitu tumor jinak yang tumbuh pada kelenjar hipofisis, yang mengharuskannya mengonsumsi hormon pertumbuhan harian dan suntikan.

"Jika kami tidak berupaya dengan apa yang Mia telah lalui, saya tidak tahu bagaimana kami akan mengatasi (masalah yang hampir sama) untuk kedua kalinya. Kita harus menjadi auto pilot sepanjang waktu," ujar Jenni.

Untuk mengurus kedua buah hatinya, Eddie dan Jenni harus berhenti dari pekerjaan mereka. Mereka harus menjadi wali penuh untuk anak-anaknya.

"Kehidupan keluarga kami terdiri dari perjalanan ke rumah sakit, makan, merawat Morgan dan sterilisasi hal-hal yang berkaitan dengannya. Kami tidak bisa lagi fleksibel dengan hari-hari kami," jelas Jenni.

Namun pasangan ini mengatakan bahwa pengalaman ini membawa keluarganya selalu dekat dan melakukan banyak hal bersama-sama. "Orang kadang bertanya bagaimana kami mengatasi semua ini. Kami hanya menjalani hari-hari kami," tutup Jen

sumber www.detik.com
»»  READMORE...

9.25.2011

Tubuh Penderita Diabetes Tiba-tiba Terbakar Tanpa Sebab


Galway, Irlandia, Meninggal karena gagal ginjal atau serangan jantung adalah komplikasi yang sudah lazim pada penderita diabetes. Namun di Irlandia, penderita diabetes meninggal karena sebab yang aneh yakni tubuhnya mendadak terbakar secara misterius.

Michael Faherty, laki-laki 76 tahun asal Galway, Irlandia baru-baru ini ditemukan tak bernyawa di rumahnya sendiri. Kakek penderita diabetes tipe 2 ini diketahui memang memiliki komplikasi tekanan darah tinggi, namun dipastikan tidak meninggal karena serangan jantung.

Dilihat dari kondisinya yang hangus dan nyaris menjadi abu, dipastikan Faherty meninggal karena terbakar. Anehnya, petugas forensik tidak menemukan tanda-tanda bekas minyak tanah atau bahan bakar lain sehingga dugaan bunuh diri dapat diabaikan.

Keanehan lain yang dijumpai petugas forensik adalah, tidak ada kerusakan pada benda lain di rumah Faherty. Selain tubuhnya yang hangus nyaris menjadi abu, hanya lantai dan langit-langit di sekitar lokasi jasadnya ditemukan saja yang tampak agak gosong.

Kepala tim forensik yang memeriksa kasus ini, Dr Kieran McLoughlin memastikan Faherty meninggal akibat kondisi medis yang disebut Spontaneous Human Combustion (SHC). Kondisi yang diperkirakan baru pertama kali ditemukan di Irlandia ini menyebabkan tubuh seseorang terbakar tiba-tiba.

"Peristiwa ini sudah diselidiki secara menyeluruh dan saya simpulkan ini adalah SHC, sebuah fenomena yang hingga kini belum bisa dijelaskan dengan cukup memadai," ungkap Dr McLoughlin seperti dikutip dari The Irish Independent, Minggu (25/9/2011).

Api yang muncul pada SHC muncul secara spontan akibat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh, tanpa melibatkan panas eksternal dari lingkungan. Sama halnya dengan kasus Faherty, tim forensik juga tidak menemukan benda-benda yang sekiranya bisa menyulut api misalnya korek maupun peralatan listrik.

Meski sebenarnya sangat langka, kasus SHC tercatat sudah terjadi ratusan kali di seluruh dunia dalam 300 tahun terakhir. Hanya saja tidak semuanya benar-benar diteliti oleh para ahli, sehingga ada juga yang hanya berupa cerita-cerita yang dilebih-lebihkan.

Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, terdapat beberapa fakta yang terkait dengan kasus SHC yakni:



Sebanyak 80 persen korban SHC adalah kaum perempuan.
Kebanyakan korban mengalami kelebihan berat badan atau pecandu alkohol.
Tubuh korban akan sangat hangus, tapi ruangan di sekitar mayat korban masih cukup utuh.
Tubuh korban akan menguning dan biasaya di sekitar korban timbul bau minyak busuk.
Batang tubuh termasuk dada, perut dan pinggul bisa benar-benar terbakar, tapi bagian dari kaki atau pakaian bisa jadi masih utuh.
Pembakaran hanya terjadi pada korban sendiri tanpa adanya teriakan atau jeritan yang pernah terdengar.
Biasanya korban banyak minum sebelum meninggal.


Sedangkan beberapa kasus SHC yang pernah tercatat dalam sejarah antara lain sebagai berikut:

Oktober 1938
Maybelle Andrews dan pacarnya sedang menari di klub malam, lalu tiba-tiba ada api yang menyembur dari punggung, dada dan bahu Maybelle. Pada saat itu tidak ada api lain di ruangan hanya ada di badan Maybelle. Maybelle meninggal akibat luka-lukanya saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

31 Januari 1959
Jack Larber, pasien berusia 72 tahun tiba-tiba terbakar setelah beberapa menit diberi makan. Petugas berusaha memadamkan api tapi Larber sudah meninggal akibat luka bakar stadium 3. Tidak ada penjelasan mengenai asalnya api tapi diketahui bahwa Larber adalah seorang perokok.

Desember 1959
Billy Peterson ditemukan tewas di kursi depan mobilnya. Awalnya ia diduga mencoba bunuh diri akibat keracunan karbonmonoksida, tapi tubuhnya terbakar di daerah punggung, kaki dan tangan. Dagingnya tubuhnya terbakar tapi pakaian atau kursi depan tidak ada yang rusak.

Desember 1966
Dr J Irving Bentley (92 tahun) ditemukan meninggal di lantai kamar mandi dengan hampir 90 persen tubuhnya terbakar kecuali kaki kanan dan sepatunya. Saat ditemukan tercium bau aneh dan adap biru muda. Rumahnya sama sekali tidak mengalami kerusakan.

6 Januari 1980
Polisi dan petugas forensik menemukan tubuh Mans sudah terbakar dan tidak bisa dikenali di ruang tamunya. Kursi tempat duduk serta benda plastik disekitarnya hampir tidak rusak dan ditemukan lapisan daging yang menguap di langit-langit.

Oktober 1980
Seorang perempuan bernama Jenna Winchester meledak dan terbakar saat duduk di dalam mobil di samping temannya. Diakui temannya ia melihat api kuning yang datang dari Jenna. Untungnya Jenna berhasil selamat dengan luka bakar di sekitar 20 persen bagian tubuhnya.

24 Maret 1997
John O'Connor (76 tahun) ditemukan meninggal di ruang tamu dengan posisi hangus terbakar ketika duduk di kursi. Saat ditemui hanya kepala, tubuh bagian atas dan kakinya saja yang tetap tidak terbakar. Selain itu ada kerusakan kecil di furniturnya akibat asap.
sumber www.detik.com
»»  READMORE...